RUMAH SAKIT IBU & ANAK “PURI” KLINIK FERTILITAS

RUMAH SAKIT IBU & ANAK “PURI” KLINIK FERTILITAS

2335RUMAH SAKIT IBU & ANAK “PURI”
KLINIK FERTILITAS
Melayani :
1. Konsultasi Masalah Gangguan Kesuburan¬
2. Laboratorium Fertilitas
3. Pemeriksaan USG
4. Pemeriksaan HSG (Hystero Salpingo Grafi)
5. Induksi Ovulasi
6. IUI ( Intra Uterine Insemination )
7. Persiapan Bayi Tabung
1. Apakah Infertil atau kurang subur ?
Infertil atau kurang subur adalah pasangan yang gagal untuk hamil dan mempunyai anak setelah berusaha selama satu tahun. Perempuan yang ngalami keguguran juga bisa disebut infertil.

2. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi infertilitas
Pada perempuan antara lain tertutupnya saluran tuba, gangguan ovulasi, karena infeksi, endometriosis, operasi pengangkatan saluran telur karena kehamilan diluar kandungan, tumor kandungan (myoma uteri). Haid yang tidak teratur bahkan tidak muncul sama sekali, nyeri haid yang di luar kebiasaan, penyakit radang panggul, keguguran lebih dari sekali. Penyebab lain bisa karena faktor umur, kurang gizi, terlalu gemuk atau terlalu kurus, merokok, alkohol, penyakit menular seksual, dan gangguan hormon.
Pada laki-laki antara lain produksi sperma yang kurang baik ( kualitas dan kuantitas ), alkohol, pengguna narkoba, polusi udara, merokok, obat-obat yang tidak jelas, umur, radiasi dan kemoterapi untuk pengobatan kanker.
Apa yang dapat dilakukan di Klinik Fertilitas RSIA “PURI” untuk anda ?

Tahap-tahap dalam perawatan fertilitas

1. Konsultasi Gangguan Kesuburan
Bila sudah berusaha selama 1 tahun belum juga berhasil, perlu dilakukan pemeriksaan kesuburan. Bagi wanita yang berusia di atas 30 tahun, jika 6 bulan gagal hamil maka harus segera ke dokter untuk memeriksakan kesuburan. Beberapa tes pendahuluan yang dilakukan pada wanita antara lain tes darah, USG Indung Telur dan HSG ( Hystero Salpingo Grafi). Pada laki–laki dilakukan tes analisa sperma yaitu dilihat jumlah, bentuk dan pergerakan sperma, bila perlu di lakukan tes kadar hormon laki-laki.
Dokter mungkin akan memberi anda tablet fertilitas yang disebut Clomiphene. Ini akan memastikan anda berovulasi. Jika kehamilan tidak terjadi dalam waktu 3-6 bulan, maka dengan penggunaan Clomiphene lebih lanjut kecil kemungkinan akan menghasilkan kehamilan.

2. Pemeriksaan Kesuburan
Selanjutnya akan dipertimbangkan untuk pemeriksaan rahim, saluran telur dan indung telur. Cara yang sering dipilih adalah melalui USG dan HSG (Hystero Salpingo Grafi) atau test patensi tuba, tindakan ini dapat mendeteksi kelainan dan terapi selama tindakan berlangsung.

3. Inseminasi Artifisial / Intra Uterine Insemination (IUI)
Inseminasi Artifisial dilakukan dengan memasukkan cairan semen yang mengandung sperma dari suami ke dalam organ reproduksi istri tanpa melalui hubungan seks atau bukan secara alami. Cairan semen ini mengandung sperma dari suami yang diambil dengan alat tertentu, kemudian disuntikkan ke dalam rahim istri sehingga terjadi pembuahan atau kehamilan.

4. Persiapan Fertilisasi In Vitro
Fertilisasi In Vitro dikenal dengan program bayi tabung. Jika Inseminasi tidak berhasil langkah ini baik jika saluran telur tersumbat atau tidak ada sperma yang memadai untuk Inseminasi. Mula-mula sel telur dan sel sperma dibuahi di media pembuahan di luar tubuh istri, setelah terjadi pembuahan dan terbentuk embrio kemudian dimasukkan ke dalam rahim melalui leher rahim.

Tahap -Tahap Persiapan untuk pasien Inseminasi

1. Untuk istri yang ovulasinya tidak teratur atau pada siklus normal yang waktu ovulasinya perlu diatur akan dilakukan pemicuan ovulasi dengan pemberian obat.
2. Perkembangan kantong telur (folikel) akan dipantau dengan USG transvaginal, hingga mencapai ukuran sekurang-kurangnya 18 mm (hingga 26 mm).
3. Bila telah ditemukan satu atau lebih folikel > 18 mm, istri diberi suntikan HCG-b untuk membantu pemecahan kantong telur dan terjadinya ovulasi.
4. Sehari setelah penyuntikan HCG-b (antara 24-36 jam) tindakan Inseminasi akan dilakukan.
5. Pada hari yang dijadwalkan, suami diminta utuk mengumpulkan bahan sperma (apabila perlu istri juga akan diambil darahnya), kemudian bahan sperma akan diproses di Laboratorium Andrologi untuk meningkatkan mutu spermatozoa.
6. Setelah Laboratorium Andrologi selesai menyiapkan spermatozoa suami, tindakan Inseminasi dapat dilakukan.
7. Setelah tindakan selesai, pasien tetap berbaring di tempat tidur selama ± 1 jam, kemudian pasien diperbolehkan pulang.

Lama tindakan Inseminasi
Tindakan Inseminasi membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit, kemudian berbaring di tempat tidur selama ± 1 jam. Tindakan ini tidak memerlukan rawat inap.

31/08/2015 Posted in Blog