Check Up Pra Nikah

Check Up Pra Nikah

Mengapa perlu check up pranikah?

Calon Pengantin sebaiknya melakukan tes kesehatan dengan tujuan bukan untuk mencari masalah tetapi untuk mengantisipasi bila ternyata nanti kondisi pasangannya tidak sehat sempurna. Misalnya calon pengantin wanita ada kelainan di rahim sehingga sulit untuk punya anak, atau adanya riwayat  penyakit genetik dalam keluarga, baik calon pengantin pria maupun wanita, misalnya adanya penyakit kelainan darah seperti thalasemia, hemofilia sehingga calon pasangan suami istri akan mempunyai pemahaman yang jelas bahwa anak yang akan dilahirkan nanti beresiko mengidap penyakit yang sama.

Pemeriksaan apa saja yang diperlukan?

Sejauh ini belum ada standar yang pasti. Namun secara umum ada 2 pemeriksaan yaitu pemeriksaan fisik dan laboratorium.

  1. Pemeriksaan Fisik, yaitu pemeriksaan kesehatan organ reproduksi
  2. Pemeriksaan Laboratorium :
    • Pemeriksaan Darah Rutin (Hb, Leukosit, Eritrosit, dll)
    • Golongan Darah ABO dan Rhesus
    • TORCH
    • Hepatitis A, B,C
    • Gula darah
    • Tes Sperma analisa

Apakah TORCH Itu ?

TORCH adalah singkatan dari beberapa infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen. T untuk toxoplasmosis atau Toxoplasma gondii, O untuk Other infection atau infeksi lain, seperti Chlamydia, HIV, Coxsackievirus, Sifilis, Hepatitis B dan Cacar air. Sementara R untuk Rubella, C untuk Cytomegalovirus, dan H adalah singkatan untuk Herpes Simplex Virus (HSV). Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH adalah ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing dan babi.

Meskipun tidak secara langsung penyebab penyakit dari virus ini adalah hewan, bisa juga disebabkan oleh perantara seperti memakan sayuran dan daging setengah matang.

TOXOPLASMA

Sering disebut juga virus kucing. Padahal sebenarnya parasit darah. Menurut penelitian 70% penyebab penyakit ini adalah kotoran kucing yang kemudian melalui hewan lain menempel pada makanan, lalu masuk ke dalam tubuh manusia dan menyatu dalam darah.

Pada manusia yang terkena penyakit toxoplasmosis kebanyakan tidak menunjukkan gejala klinis yang dominan. Orang tampak sehat tetapi kemudian pada wanita saat hamil mulai muncul gejala seperti flek yang bisa terus terjadi sepanjang kehamilan, janin tidak berkembang, hamil anggur, bayi meninggal di usia kehamilan 7-8 bulan, serta keguguran. Pada pria bisa menyebabkan kemandulan karena toxoplasma dapat menginfeksi saluran sperma dan menyebabkan peradangan.

Pada janin kista toxoplasma bisa masuk kedalam otak janin yang mengakibatkan kecacatan, gangguan saraf serta hidrosefalus.

HIV

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit. Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

HEPATITIS B

Virus Hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularannya biasanya terjadi diantara pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun homoseksual).

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan.

RUBELLA

Sering disebut dengan Campak Jerman. Pada kasus Rubella ibu hamil tidak keguguran atau bayinya meninggal saat lahir, tetapi yang sering terjadi bayi lahir dengan glukoma, kebutaan, kerusakan pada otak atau pengapuran pada otak, bibir sumbing, tuna rungu dan sulit bicara. Untuk mencegah penularan penyakit ini dapat dilakukan imunisasi Rubella. Kapan vaksinasi Rubella ini dilakukan?

  • Pra sekolah dan usia sekolah
  • Wanita usia subuh sebelum hamil
  • Wanita yang akan menikah
  • Wanita yang sudah menikah, bila wanita tersebut belum pernah diimunisasi dan disarankan untuk 3 bulann pasca vaksinasi tidak mengalami kehamilan

Wanita hamil yang sudah kebal terhadap Rubella tidak dianjurkan untuk vaksinasi dan wanita hamil yang tidak kebal tidak boleh dilakukan vaksinasi selama kehamilan dan vaksinasi dilakukan setelah melahirkan.

CYTO MEGALO VIRUS (CMV)

Pada wanita hamil dengan pengidap CMV sering terjadi ia akan mengalami keguguran terus menerus, bayi lahir cacat fisik seperti pembesaran kepala (hidrosefalus), lahir dengan usus keluar tubuh, tubuh transparan atau kaki dan tangannya jadi bengkok.

HERPES

Kemunculannya ditandai bintik-bintik pada tubuh dan pada alat genital disertai rasa sakit dan terasa panas. Bagi wanita hamil dapat mengakibatkan keguguran atau bayi lahir cacat.

Apakah TORCH Penyakit Menular?

Toxoplasma tidak menular, Rubella, CMV dan Herpes bisa menular. Penularannya bisa terjadi melalui hubungan seksual, air liur, keringat, darah dan Air Susu Ibu ( ASI ).

Pemeriksaan TORCH dapat dilakukkan pada ibu yang merencanakan untuk hamil atau ibu hamil di trisemester pertama. Selain itu, pemeriksaan TORCH juga dapat dilakukan pada bayi baru lahir yang menunjukkan gejala-gejala terkena infeksi TORCH seperti berat dan panjang badan yang lebih kecil dari bayi seusianya, katarak, kejang, kelainan jantung, tuli, pembesaran hati dan limpa, keterlambatan pertumbuhan, dan atas anjuran dokter.

Namun, perlu ditekankan lagi disini  bahwa TORCH bukan hanya untuk ibu hamil saja, tetapi siapapun bisa terkena TORCH. Baik itu orang dewasa, kaum muda, lansia maupun balita.

Untuk itu periksalah TORCH sedini mungkin. Ingat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Laboratorium RSIA Puri menawarkan pemeriksaan yang sesuai kebutuhan atau atas anjuran dokter, antara lain sebagai berikut.

  • Golongan darah ABO + Rhesus
  • Darah Lengkap
  • Gula darah Sewaktu
  • HBs Ag ( hepatitis )
  • Anti HBs
  • HBE Ag
  • Anti Toxoplasma IgG dan IgM
  • Anti Rubella IgG dan IgM
  • Anti CMV IgG dan IgM
  • Analisa sperma
08/07/2019 Posted in Blog, Events, image posts, Uncategorized